Atasi Kelelahan Kaum Urban, Universitas Indonesia Rancang RehatPod Sebagai Ruang Pemulihan Energi Portabel

DEPOK (03/07/2026) – Tekanan aktivitas harian di kawasan megapolitan yang memicu kelelahan fisik dan penurunan produktivitas melahirkan sebuah inovasi solutif dari kalangan akademisi. Universitas Indonesia (UI) resmi mengembangkan RehatPod, sebuah konsep ruang istirahat singkat (power nap space) berbasis desain ergonomis dan integrasi teknologi tepat guna yang menyasar masyarakat urban, mulai dari kalangan mahasiswa, dosen, pekerja kantoran, tenaga kesehatan, hingga pengguna fasilitas transportasi umum. Proyek riset terapan ini berhasil mendapatkan sokongan finansial melalui Program Pendanaan Inovasi Universitas Indonesia Tahun Anggaran 2025 lewat Skema P1 Reguler, dengan mengusung judul formal RehatPod: Solusi Isi Ulang Energi: A Design-Based Research.

Ketua Tim Pengusul Riset, Dr Nurul Safitri, mengungkapkan bahwa kehadiran RehatPod dirancang khusus untuk memecah kebuntuan minimnya fasilitas pemulihan stamina di sela-sela jam kerja atau perkuliahan yang padat. Berbeda dengan model sleeping pod konvensional di Indonesia yang umumnya berorientasi pada kebutuhan menginap jangka panjang atau transit di bandara, RehatPod menawarkan pendekatan yang jauh lebih fleksibel melalui karakteristik produk yang portabel, modular, ramah anggaran, serta disesuaikan dengan antropometri pengguna lokal. Otoritas peneliti memproyeksikan inovasi ini tidak sekadar sebagai komoditas fisik semata, melainkan sebagai instrumen pendukung kesejahteraan psikologis (well-being) di lingkungan akademik maupun korporasi, demi memicu kembali fokus serta efisiensi kerja setelah rehat singkat.

Pada fase inisiasi hulu, tim peneliti UI telah merampungkan studi kelayakan komprehensif yang membedah aspek regulasi hukum, ceruk pasar, pemetaan kompetitor, kesiapan teknologi, analisis bisnis, hingga proyeksi komersialisasi produk jangka panjang. Rapor kajian tersebut mengindikasikan bahwa RehatPod mengantongi peluang pasar yang sangat menjanjikan mengingat lini industri nap pod domestik untuk segmen kampus, rumah sakit, dan area publik masih belum tergarap optimal. Dari sudut pandang arsitektur produk, purwarupa ini dikembangkan dengan memadukan unsur privasi mutlak, efisiensi tata ruang, sirkulasi udara yang sehat melalui ventilasi pasif, tata cahaya yang menenangkan, hingga potensi adopsi teknologi berbasis sensor Internet of Things (IoT) dan audio relaksasi guna menjamin aspek higienitas serta keamanan pengguna.

Di luar kalkulasi nilai komersial di atas kertas, proyek RehatPod juga mengemban misi sosiologis yang kuat dalam mendukung kampanye kesehatan mental serta pemenuhan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin kehidupan sehat dan sejahtera serta penciptaan pekerjaan yang layak bagi pertumbuhan ekonomi. Rekomendasi dari hasil studi kelayakan ini nantinya bakal dikonversi menjadi pijakan dasar dalam merakit prototipe fisik, pelaksanaan uji coba langsung kepada pengguna (user testing), serta pembukaan keran kemitraan strategis dengan institusi pemerintahan, jajaran direksi rumah sakit, kompleks perkantoran swasta, hingga pengelola fasilitas publik dalam skala yang lebih masif.

Komentar

komentar

BAGIKAN