DEPOK (03/07/2026) – Akselerasi ruang ekspresi dan pemberdayaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Belimbing kini memasuki fase implementasi teknis yang semakin terstruktur. Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Sosial (Dinsos) secara resmi menjalankan program Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) Batch I Tahun Anggaran 2026 sebagai wadah inkubasi terpadu untuk menstimulus minat, bakat, serta kreativitas para peserta. Kepala Dinsos Kota Depok, Utang Wardaya, memaparkan bahwa pada fase pertama tahun ini, pihaknya sengaja menyuguhkan tujuh klasifikasi pelatihan keterampilan spesifik yang merentang dari seni rupa, seni pertunjukan, teknologi digital, hingga pendalaman spiritual. Ditemui pada Jumat, 3 Juli 2026, Utang menegaskan bahwa seluruh rangkaian kurikulum praktis tersebut juga diperkuat oleh penyediaan fasilitas layanan kesehatan umum, pemeriksaan gigi gratis, serta pos konseling psikologis berkala yang bertindak sebagai instrumen pendamping wajib guna memastikan kenyamanan serta stabilitas psikis anak selama belajar.
Detail teknis penyebaran klaster dan lokalisasi tempat pelatihan diurai secara komprehensif oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Depok, Rijal Farhan. Guna mengoptimalkan daya serap anak, setiap kelas dirancang dengan pembatasan kuota peserta serta disebar di sejumlah fasilitas publik milik pemerintah daerah di bawah bimbingan instruktur ahli. Untuk kelas melukis, aktivitas pembelajaran dipusatkan di Selasar Perpustakaan Umum Kota Depok setiap hari Rabu dengan melibatkan 15 anak, sementara kelas seni tari mengambil tempat di Ruang Kaca Lantai 10 Gedung Dibaleka II setiap hari Senin yang juga diisi oleh 15 anak. Adapun bagi kelompok belajar bahasa isyarat, kegiatan dilangsungkan di Ruang Komisi Daerah (Komda) Lansia setiap hari Selasa dengan total 11 peserta aktif.
Lebih lanjut, Rijal menjelaskan bahwa ruang kreatif penunjang lainnya seperti kelas pembuatan kerajinan tangan juga memanfaatkan area Selasar Perpustakaan setiap hari Selasa dengan diisi oleh tujuh anak. Sementara itu, untuk program pendalaman spiritual berupa kelas menghafal suci Al-Quran dilaksanakan di Ruang Komda Lansia setiap hari Kamis dengan membina enam anak, berselisih jadwal tipis dengan pelatihan olah vokal atau musik yang digelar di bawah supervisi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok setiap hari Kamis untuk menampung enam peserta. Sebagai penutup klaster digital, kelas desain grafis dan fotografi mengambil tempat di area samping Gedung Perpustakaan Umum Kota Depok setiap hari Senin dengan mematangkan bakat lima anak. Seluruh program pelatihan intensif Batch I ini diproyeksikan terus bergulir hingga akhir September 2026 mendatang sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menciptakan ekosistem inklusif di level daerah.





































