DEPOK (03/06/2026) – Bergulirnya momentum pendaftaran dan penerimaan siswa baru di Kota Depok diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas administratif tahunan, melainkan juga menjadi katalisator bagi penguatan hubungan emosional di internal keluarga. Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna menyoroti pentingnya peran aktif seorang ayah untuk meluangkan waktu mendampingi dan mengantarkan buah hati mereka langsung ke gerbang sekolah. Menurutnya, aktivitas sederhana tersebut merupakan sebuah momentum mahal yang memiliki nilai investasi psikologis tinggi guna membangun ikatan emosional (bonding) yang kuat, sekaligus memberikan ruang aman bagi anak untuk mulai mengenali dan beradaptasi dengan lanskap lingkungan sosial tempat mereka menuntut ilmu.
Sebagai bapak dari empat orang anak, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna kerap melakoni langsung aktivitas tersebut di tengah kesibukan kedinasannya demi mengawal tumbuh kembang anak secara optimal. Langkah personal ini sejatinya selaras dengan roh dari cetak biru Sistem Pendidikan Nasional yang diamanatkan dalam Pasal 31 Ayat 3 UUD 1945, di mana orientasi pendidikan negara wajib diarahkan pada peningkatan keimanan, ketakwaan, serta pembentukan akhlak mulia sejak dini. Keterlibatan aktif figur ayah di sektor domestik ini menjadi perpanjangan tangan dari imbauan pemerintah agar para kepala keluarga tidak membatasi perannya sebatas sebagai pencari nafkah materi semata, melainkan wajib memosisikan diri sebagai jangkar perhatian, role model perilaku, hingga sumber penguatan psikologis utama bagi anak.
Kendati demikian, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna juga memberikan catatan empatik bahwa realitas sosiologis menunjukkan tidak semua anak beruntung memiliki kehadiran figur ayah biologis dalam perjalanan hidup mereka. Menyikapi kondisi tersebut, ia menegaskan bahwa fungsi pengasuhan dan proteksi maskulin tersebut sangat bisa didelegasikan kepada kehadiran paman, kakek, atau figur pria dewasa lainnya di lingkaran keluarga yang mampu hadir membawa limpahan kasih sayang serta tanggung jawab moral yang setara. Pada akhirnya, esensi mendasar dari gerakan moral ini adalah memastikan tidak ada satu pun anak di Kota Depok yang tumbuh dalam kesendirian, sehingga hak kolektif mereka untuk merengkuh rasa aman dan limpahan perhatian dari orang-orang terdekat tetap terpenuhi demi mencetak generasi masa depan yang jauh lebih tangguh dan berkarakter.





































