Depok (02/04/2026) – Dinamika politik di Kota Depok menunjukkan tren positif melalui serangkaian pertemuan lintas partai yang diinisiasi oleh jajaran PKS Kota Depok. Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, terpantau melakukan safari politik maraton menemui para pucuk pimpinan partai besar di Depok guna menyelaraskan visi pembangunan kota pasca-Lebaran 2026.
Rangkaian silaturahmi ini menyasar tokoh-tokoh kunci yang memiliki pengaruh besar di tingkat daerah maupun provinsi, sebagai upaya membangun kekuatan kolaborasi dalam roda pemerintahan.
Jumat (27/03): Rekonsiliasi Strategis bersama Gerindra
Safari dimulai dengan mengunjungi kediaman Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna. Sebagai sosok yang pernah menjabat Wakil Wali Kota Depok periode 2016–2021, Pradi dinilai memiliki basis data dan pengalaman lapangan yang krusial bagi keberlanjutan program pembangunan Depok saat ini.
Sabtu (28/03): Penguatan Akar Rumput bersama PPP
Kunjungan berlanjut ke kediaman Mazhab HM, Ketua DPC PPP Kota Depok sekaligus anggota legislatif senior di DPRD Kota Depok. Pertemuan ini menyoroti pentingnya stabilitas di parlemen daerah serta penyelarasan aspirasi konstituen yang diwakili oleh partai berlambang Ka’bah tersebut.
Selasa (31/03): Sinergi Regional bersama Golkar
Menutup rangkaian safari, Ade Supriyatna menemui Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi El Fouz A. Rafiq. Mengingat posisi Farabi yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Jawa Barat, diskusi berkembang pada isu-isu strategis yang memerlukan intervensi anggaran dan kebijakan dari tingkat provinsi.
Fokus Utama: Optimalisasi UHC dan Pelayanan Dasar
Meski dibalut dalam suasana kekeluargaan Syawal, Ade Supriyatna menegaskan bahwa pertemuan ini membawa substansi kebijakan yang sangat serius. Salah satu isu sentral yang disepakati oleh lintas partai adalah pengawalan program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Depok.
“Kami menegaskan komitmen bersama untuk memastikan program UHC berjalan optimal. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar; tidak boleh ada warga yang kesulitan mendapatkan akses layanan hanya karena kendala administratif atau keterbatasan,” tegas Ade Supriyatna dalam keterangannya, Selasa (07/04/26).
Menghapus Sekat demi Efektivitas Pemerintahan
Ade meyakini bahwa kekuatan politik yang besar di Depok tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa adanya semangat kolaborasi. Melalui safari ini, PKS ingin mengirimkan pesan bahwa sekat-sekat kepartaian harus dikesampingkan jika berbicara mengenai kepentingan rakyat.
Poin Kesepakatan Lintas Partai:
-
Kolaborasi Total: Memastikan roda pemerintahan berjalan efektif tanpa hambatan friksi politik.
-
Prioritas Kesehatan: Menjadikan akses kesehatan yang mudah dan gratis (UHC) sebagai agenda bersama.
-
Pembangunan Inklusif: Berdiskusi secara terbuka mengenai isu pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
“Tidak ada lagi sekat. Yang ada adalah kebersamaan untuk memastikan kebijakan yang lahir benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Dengan sinergi lintas partai dan niat yang tulus, kita hadirkan Depok yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Safari politik ini diprediksi akan menjadi landasan kuat bagi terciptanya iklim politik yang sejuk di Kota Depok menjelang berbagai agenda besar di tahun 2026.







































