Cimanggis Diterjang Banjir, Ketua DPRD Depok Tinjau Lokasi dan Dorong Pemulihan Ruang Terbuka Hijau

Depok (22/03/2026) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur Kota Depok sejak Sabtu sore (21/03/26) hingga malam hari, mengakibatkan sejumlah titik di wilayah Kecamatan Cimanggis terendam banjir. Merespons laporan warga, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, langsung melakukan tinjauan lapangan guna memantau kondisi terkini dan melakukan pemetaan solusi penanganan darurat.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, luapan air dilaporkan merendam pemukiman padat penduduk di dua kelurahan utama dengan ketinggian air yang bervariasi, menyebabkan sejumlah warga sempat terisolasi.

Pemetaan Wilayah Terdampak: Mekarsari dan Tugu Jadi Fokus

Ketua DPRD Depok merinci titik-titik krusial yang memerlukan perhatian segera berdasarkan data lapangan dan laporan masyarakat:

  • Kelurahan Mekarsari: Dampak banjir terkonsentrasi di wilayah RW 06, RW 13, dan RW 14.

  • Kelurahan Tugu: Banjir melanda kawasan pemukiman Bukit Cengkeh 2, serta wilayah RW 05, RW 15, dan RW 16.

“Beberapa warga di titik-titik tersebut masih terisolir dan membutuhkan perhatian serta penanganan segera. Kami terus berupaya hadir di lapangan untuk memastikan bantuan dan pencarian solusi terbaik bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Ade Supriyatna saat meninjau lokasi terdampak, Sabtu malam.

Strategi Jangka Panjang: Mengembalikan Fungsi Penampung Air

Selain penanganan jangka pendek berupa bantuan logistik dan evakuasi, Ade Supriyatna menyoroti akar permasalahan banjir di wilayah Cimanggis yang kerap berulang. Ia menegaskan akan membawa isu ini ke meja legislatif untuk mendorong kebijakan yang lebih fundamental.

Strategi yang akan diusung adalah mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk secara bertahap mengembalikan dan memperbanyak Ruang Terbuka (RT) yang berfungsi sebagai daerah resapan dan penahan air (retention pond).

“Pada intinya, ke depan saya akan terus mendorong Pemkot Depok untuk mengembalikan ruang terbuka secara bertahap. Fungsinya adalah untuk menahan debit air di wilayah kita terlebih dahulu sebelum dialirkan menuju Jakarta. Ini krusial agar beban drainase tidak overload,” jelasnya.

Komitmen Pelayanan di Tengah Ujian

Di sela-sela tinjauannya, Ade juga menyampaikan simpatinya kepada warga yang harus menghadapi ujian di tengah cuaca buruk. Ia memastikan bahwa legislatif akan terus mengawal koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar evakuasi dan pembersihan saluran berjalan optimal.

“Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan kekuatan kepada kita semua dalam menghadapi ujian ini. Kami berkomitmen untuk terus mencari solusi permanen agar frekuensi dan dampak banjir di Cimanggis dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas gabungan masih disiagakan di lokasi terdampak untuk membantu warga dan mengantisipasi adanya hujan susulan yang dapat meningkatkan kembali debit air.

Komentar

komentar

BAGIKAN