Depok (22/04/2026) – Dugaan kelalaian prosedur dalam penanganan Warga Negara Asing (WNA) kini menjadi sorotan tajam di Kota Depok. Hal ini menyusul laporan meninggalnya seorang pria asal Inggris berinisial DJR di dalam Kantor Imigrasi Depok pada Selasa (21/04/26). Korban sebelumnya diketahui sedang dalam proses pengamanan oleh pihak otoritas akibat dugaan pelanggaran izin tinggal.
Peristiwa ini segera memantik reaksi keras dari elemen masyarakat sipil yang menuntut pertanggungjawaban hukum atas insiden fatal tersebut.
Dugaan Kelalaian dan Desakan Pengusutan Tuntas
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Nusantara (GARNUS) Depok menilai bahwa tewasnya DJR tidak terjadi begitu saja, melainkan terdapat indikasi kelalaian dalam pengawasan. Ketua GARNUS Depok, Haris Fadillah, mendesak agar aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Tewasnya WNA tersebut menurut hemat kami adalah akibat kelalaian pihak Imigrasi Depok. Kasus ini bukan hal sepele dan harus diusut hingga tuntas,” tegas Haris dalam pernyataan resminya.
Senada dengan hal tersebut, aktivis senior Depok, Didi Kurniawan alias Wawan Gaul, menyatakan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini ke tingkat pusat. Ia berencana melaporkan insiden ini ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memastikan adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Kita harus menjaga nama baik bangsa di mata internasional. Jangan sampai insiden ini menjadi preseden buruk bagi sistem penanganan WNA di Indonesia. Siapapun yang berada di bawah pengawasan negara harus dilindungi hak-hak dasarnya,” ujar Wawan.
Rencana Unjuk Rasa Besar-Besaran
Ketidakpuasan atas peristiwa ini akan disalurkan melalui aksi massa di lapangan. Aktivis Pardong, yang juga merupakan bagian dari GARNUS, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mematangkan rencana unjuk rasa di kawasan Grand Depok City (GDC).
“Kami akan segera mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke pihak berwajib. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan turun ke jalan bersama elemen masyarakat lainnya untuk menuntut transparansi total agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Pardong.
Sebagai koordinator lapangan, Pardong memproyeksikan ratusan massa akan mengepung Kantor Imigrasi Depok guna memastikan tuntutan mereka didengar oleh otoritas terkait.
Urgensi Transparansi Publik
Kasus kematian DJR di lingkungan institusi negara kini menjadi ujian bagi kredibilitas Kantor Imigrasi Depok. Masyarakat menantikan klarifikasi resmi mengenai kronologi serta penyebab pasti kematian WNA tersebut. Hingga berita ini diturunkan, desakan untuk audit internal dan evaluasi prosedur pengamanan di kantor imigrasi terus menguat dari berbagai lapisan aktivis di Kota Depok.






































