RSUD ASA Depok Masuki Fase Final Operasional Layanan Cuci Darah, Targetkan Operasi Triwulan III-2026

Depok (20/04/2026) – RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA) Kota Depok semakin dekat dalam merealisasikan ekspansi layanan medisnya. Rumah sakit milik pemerintah ini kini berada dalam tahap operational readiness atau kesiapan akhir untuk membuka unit Hemodialisa (cuci darah) berstandar nasional, yang diproyeksikan mulai melayani pasien pada awal Triwulan III tahun 2026.

Plt. Direktur RSUD ASA, drg. Indriati, Sp.B.M.M, mengonfirmasi bahwa seluruh aspek krusial—mulai dari legalitas hingga infrastruktur teknis—telah menunjukkan progres signifikan.

Legalitas dan Kemitraan Strategis

Langkah besar telah dicapai dengan terbitnya izin layanan dialisis dari Kementerian Kesehatan RI. Fokus utama manajemen saat ini adalah melakukan finalisasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan guna memastikan layanan ini dapat dijangkau secara luas oleh masyarakat sejak hari pertama beroperasi.

“Izin dari Kemenkes sudah terbit. Saat ini kami sedang dalam proses MoU dengan BPJS Kesehatan agar akses bagi peserta jaminan kesehatan nasional bisa segera terbuka,” jelas drg. Indriati, Senin (20/04/26).

Fasilitas Medis dan Kapasitas Operasional

RSUD ASA telah menyiapkan ruang khusus hemodialisa yang dirancang dengan sistem pengendalian infeksi yang ketat serta pengaturan zonasi sirkulasi pasien. Berikut adalah rincian fasilitas yang telah disiapkan:

  • Perangkat Medis: Tersedia 5 unit mesin hemodialisa dan 5 tempat tidur dialisis yang didukung oleh monitor tanda vital, defibrillator, dan emergency trolley.

  • Sistem Air (RO): Dilengkapi Water Treatment System berkualitas tinggi sebagai komponen vital dalam proses dialisis.

  • Kapasitas Pelayanan: Dengan rencana 2 shift layanan per hari, RSUD ASA diperkirakan mampu melayani 10 hingga 20 pasien setiap harinya, dengan durasi tindakan 4-5 jam per sesi.

  • Digitalisasi: Implementasi rekam medis elektronik untuk akurasi data pasien yang lebih terjamin.

Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Ahli

Keamanan pasien (patient safety) didukung oleh tim medis yang kompeten, yang terdiri dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi (KGH), dokter umum terlatih, serta perawat hemodialisa bersertifikasi. Selain itu, tenaga teknisi elektromedis disiagakan untuk memastikan keandalan fungsi mesin dialisis secara rutin.

Manajemen juga telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) klinis serta sistem kerja on-call guna memberikan kepastian pelayanan yang berkelanjutan.

Dampak Sosial dan Aksesibilitas

Kehadiran unit Hemodialisa di RSUD ASA diharapkan menjadi solusi bagi pasien pengidap gangguan ginjal kronis di wilayah Depok yang selama ini membutuhkan terapi rutin. Dengan standar limbah B3 yang ketat sesuai regulasi, rumah sakit ini berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya canggih secara medis, tetapi juga aman bagi lingkungan sekitar.

Melalui pembukaan layanan ini pada pertengahan tahun nanti, RSUD ASA mempertegas perannya dalam memperluas cakupan layanan kesehatan spesialis yang krusial bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

Komentar

komentar

BAGIKAN